Selasa, 01 Oktober 2019

Tugas Makalah Teknik Lingkungan dan AMDAL


MAKALAH AMDAL
BENGKEL TEKNIK PEMESINAN
SMKN 1 KOTA BEKASI




PENULIS
Muhammad Rafi Aditya
24418813
2IC05




UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
2019










KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah AMDAL ini.
Teknik Lingkungan dan AMDAL merupakan sebuah mata kuliah pada semester 3 di jurusan Teknik Mesin. Dalam penyusunan makalah AMDAL, penyusun diberi kesempatan untuk menuangkan ide-ide kreatif. Mata kuliah ini telah memberikan manfaat dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa yaitu cara berfikir logis, mengatasi masalah, bekerja secara tim. Pada saat menyusun makalah AMDAL, penyusun dibantu oleh orang-orang di sekitar penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kepada semua pihak yang telah banyak membantu, dengan rasa hormat penyusun mengucapkan terima kasih.
Penyusun menyadari, bahwa dalam menyusun makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi yang disajikan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca, agar penulisan di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Penyusun juga berharap mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca dan mahasiswa. Mata kuliah Teknik Lingkungan dan AMDAL adalah sebagai langkah awal pembentukan pribadi yang mandiri kepada mahasiswa.
                


                                                            Bekasi, 22 Juni 2019

 
                                                           ( Muhammad Rafi Aditya)










BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang memiliki cukup banyak industri. Salah satu industri dalam bidang properti yang saat ini sedang diminati banyak kalangan yaitu industri cat.Dalam setiap pembangunan akan ada berbagai usaha atau kegiatan yang pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, oleh karena itu perlu dijaga keserasian antar usaha/kegiatan tersebut dengan menganalisa dari sejak awal perencanaannya. Dengan demikian langkah pengendalian dampak negatif dapat dipersiapkan sedini mungkin.
Industri mesin merupakan industri yang menunjang ketersediaan bahan baku bangunan yang penting. Banyak bahan baku untuk produksi industri berupa bahan kerja karena itu  telah  dilakukan  berbagai  upaya penanggulangan dampak lingkungan Industri mesin yang dimulai dari analisa dampak  lingkungan (AMDAL). Sesuai peraturan UU No. 23 Tahun 1997, ditentukan bahwa sebagian aktivitas yang diprakirakan membawa dampak terhadap lingkungan terutama yang diperkirakan membawa dampak penting terhadap lingkungan, maka pihak proyek berkewajiban untuk melakukan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1999 disebutkan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilengkapi dengan penyusunan Kerangka Acuan (KA), Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
1.2    Permasalahan
Pada mata kuliah ini, materi yang dibahas adalah analisia AMDAL pada salah satu usaha, mahasiswa harus membuat makalah.

1.3    Tujuan Studi
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak lingkungan yang terjadi pada sebuah usaha tertentu.

1.4    Metode Penulisan
a. Studi Pustaka
b. Studi Lapangan
c. Metode Gabungan.










BAB II
DESKRIPSI PROYEK

Berdasarkan peraturan menteri negara lingkungan hidup nomor 11 tahun 2006 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan analisis mengenai lingkungan hidup, maka jenis industri ini wajib dilengkapi dengan AMDAL.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik yaitu :
1.           Faktor bahan baku.
Bahan baku utama dalam bengkel ini adalah besi dan plastik. Didirikannya bengkel ini dikarenakan banyaknya siswa teknik mesin agar mampu paham atas mesin-mesin industri.
2.           Faktor Tenaga Kerja
Tenaga kerja disini diambil dari siswanya langsung, siswa terkadang mendapat job yang nantinya akan dijadikan nilai jual.
3.           Faktor Lingkungan
Bengkel ini ditempatkan di belakang sekolah, agar siswa dari juruan lain tidak terganggu dengan suara bising yang dihasilkan oleh mesin-mesinnya.
4.           Alat yang Digunakan
Alat yang diperlukan adalah mesin bubut, mesin frais, mesin gerinda, mesin potong, mesin bending, mesin tekuk, mesin cnc, mesin las, mesin bor.










BAB III
RONA LINGKUNGAN AWAL

Rona lingkungan hidup adalah gambaran keadaan lingkungan di lokasi. Rona lingkungan diperlukan dalam kajian analisis dampak lingkungan karena dijadikan sebagai pembanding dan perkiraan dampak yang akan datang. Rona lingkungan yang ditelaah tidak semua komponen lingkungan tetapi hanya terbatas pada indikator yang paling tepat dan penting dalam kaitannya dengan dampak atau isu pokok, terutama yang berkaitan pada tahap pasca operasi.
3.1. Fisik Kimia
3.1.1. Kualitas Udara
a.           Kadar Debu Udara Ambient
Kadar debu udara menunjukan tingkat yang masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan (SK Gubernur Jatim No. 10 Tahun 2009) sehingga lokasi sesuai untuk pembangunan pabrik cat.
b.           Tingkat Kebisingan
Tingkat kebisingan (noise level) lingkungan yang diukur di lokasi studi menghasilkannilai ratarata sebesar 50 dBA. Nilai ini relatif jauh di bawah nilai baku mutu tingkatkebisingan lingkungan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan, yaitu sebesar 70 dBA.
3.1.2. Geologi
Struktur tanah pada area bengkel pada umumnya relatif baik akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah yang kering.
3.1.3. Hidrologi
Pada area bengkel menggunakan air yang berasal dari air sumur bor yang akan berada pada area pembangunan. Drainase dibuat dan dialirkan ke dalam kolam IPAL.

3.2 Sampah Industri Yang Dihasilkan
Sampah industri yang dihasilkan setelah melakukan kerja praktek maupun latihan adalah gram besi dari hasil pemotongan pada bubut, frais, bor akan dikumpulkan pada karung dan nantinya akan dijual ke pelebur besi untuk menghasilkan uang, dan uang tersebut akan digunakan untuk membeli bahan praktek dan alat-alat perlengkapan.










BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan

 Amdal, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yangsemakin meningkat.Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunanyang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan hidup.Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari prosesAmdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga Amdal merupakan bagian dari beberapahak berikut :
1. Pengelolaan lingkungan
2. Pemantauan proyek 
3. Pengelolaan proyek 
4. Pengambilan keputusan
5. Dokumen yang penting

4.2 Saran

 Semoga AMDAL (Analisis Mengenai DampakLingkungan)ini dapat dijadikan secaraoptimal dalam pengambilan suatu keputusan.










DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar