MAKALAH
AMDAL
BENGKEL
TEKNIK PEMESINAN
SMKN
1 KOTA BEKASI
PENULIS
Muhammad Rafi Aditya
24418813
2IC05
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya, sehingga penyusun
dapat menyelesaikan Makalah AMDAL ini.
Teknik Lingkungan dan AMDAL merupakan
sebuah mata kuliah pada semester 3 di jurusan Teknik Mesin. Dalam penyusunan
makalah AMDAL, penyusun diberi kesempatan untuk menuangkan ide-ide kreatif. Mata
kuliah ini telah memberikan manfaat dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa
yaitu cara berfikir logis, mengatasi masalah, bekerja secara tim. Pada saat menyusun
makalah AMDAL, penyusun dibantu oleh orang-orang di sekitar penyusun, sehingga
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kepada semua pihak yang
telah banyak membantu, dengan rasa hormat penyusun mengucapkan terima kasih.
Penyusun menyadari, bahwa dalam
menyusun makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi yang disajikan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari pembaca, agar penulisan di masa yang akan datang
menjadi lebih baik. Penyusun juga berharap mudah-mudahan makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada para pembaca dan mahasiswa. Mata kuliah Teknik
Lingkungan dan AMDAL adalah sebagai langkah awal pembentukan pribadi yang
mandiri kepada mahasiswa.
Bekasi, 22 Juni 2019
( Muhammad Rafi Aditya)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara
yang memiliki cukup banyak industri. Salah satu industri dalam bidang properti
yang saat ini sedang diminati banyak kalangan yaitu industri cat.Dalam
setiap pembangunan akan ada berbagai usaha atau kegiatan yang pada dasarnya akan
menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, oleh karena itu perlu dijaga
keserasian antar usaha/kegiatan tersebut dengan menganalisa dari sejak awal
perencanaannya. Dengan demikian langkah pengendalian dampak negatif dapat
dipersiapkan sedini mungkin.
Industri mesin merupakan industri yang
menunjang ketersediaan bahan baku bangunan yang penting. Banyak bahan baku
untuk produksi industri berupa bahan kerja karena itu telah
dilakukan berbagai upaya penanggulangan dampak lingkungan
Industri mesin yang dimulai dari analisa dampak
lingkungan (AMDAL). Sesuai peraturan UU No.
23 Tahun 1997, ditentukan bahwa sebagian aktivitas yang diprakirakan membawa
dampak terhadap lingkungan terutama yang diperkirakan membawa dampak penting
terhadap lingkungan, maka pihak proyek berkewajiban untuk melakukan studi
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan Peraturan Pemerintah
nomor 27 tahun 1999 disebutkan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) yang dilengkapi dengan penyusunan Kerangka Acuan (KA), Analisis Dampak
Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL).
1.2 Permasalahan
Pada mata kuliah ini, materi yang dibahas
adalah analisia AMDAL pada salah satu usaha, mahasiswa harus membuat makalah.
1.3 Tujuan Studi
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak
lingkungan yang terjadi pada sebuah usaha tertentu.
1.4 Metode Penulisan
a. Studi Pustaka
b. Studi Lapangan
c. Metode Gabungan.
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
Berdasarkan peraturan menteri negara lingkungan hidup nomor 11
tahun 2006 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi
dengan analisis mengenai lingkungan hidup, maka jenis industri ini wajib
dilengkapi dengan AMDAL.
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik yaitu :
1.
Faktor bahan baku.
Bahan baku utama dalam bengkel ini adalah besi dan plastik. Didirikannya
bengkel ini dikarenakan banyaknya siswa teknik mesin agar mampu paham atas
mesin-mesin industri.
2.
Faktor Tenaga Kerja
Tenaga kerja disini diambil dari siswanya langsung, siswa terkadang
mendapat job yang nantinya akan dijadikan nilai jual.
3.
Faktor Lingkungan
Bengkel ini ditempatkan di belakang sekolah, agar siswa dari juruan
lain tidak terganggu dengan suara bising yang dihasilkan oleh mesin-mesinnya.
4.
Alat yang Digunakan
Alat yang diperlukan adalah mesin bubut, mesin frais, mesin
gerinda, mesin potong, mesin bending, mesin tekuk, mesin cnc, mesin las, mesin
bor.
BAB III
RONA LINGKUNGAN AWAL
Rona lingkungan
hidup adalah gambaran keadaan lingkungan di lokasi. Rona lingkungan diperlukan
dalam kajian analisis dampak lingkungan karena dijadikan sebagai pembanding dan
perkiraan dampak yang akan datang. Rona lingkungan yang ditelaah tidak semua
komponen lingkungan tetapi hanya terbatas pada indikator yang paling tepat dan
penting dalam kaitannya dengan dampak atau isu pokok, terutama yang berkaitan
pada tahap pasca operasi.
3.1. Fisik Kimia
3.1.1. Kualitas Udara
a.
Kadar Debu Udara Ambient
Kadar debu udara menunjukan tingkat yang masih
dibawah baku mutu yang dipersyaratkan (SK Gubernur Jatim No. 10 Tahun 2009)
sehingga lokasi sesuai untuk pembangunan pabrik cat.
b.
Tingkat Kebisingan
Tingkat kebisingan (noise level)
lingkungan yang diukur di lokasi studi menghasilkannilai rata‐rata sebesar 50 dBA. Nilai
ini relatif jauh di bawah nilai baku mutu tingkatkebisingan lingkungan menurut
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun1996 tentang Baku Tingkat
Kebisingan, yaitu sebesar 70 dBA.
3.1.2. Geologi
Struktur tanah pada area bengkel pada umumnya
relatif baik akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan
jenis tanah yang kering.
3.1.3.
Hidrologi
Pada area bengkel menggunakan air yang berasal
dari air sumur bor yang akan berada pada area pembangunan. Drainase dibuat dan
dialirkan ke dalam kolam IPAL.
3.2 Sampah Industri Yang Dihasilkan
Sampah industri yang dihasilkan setelah
melakukan kerja praktek maupun latihan adalah gram besi dari hasil pemotongan
pada bubut, frais, bor akan dikumpulkan pada karung dan nantinya akan dijual ke
pelebur besi untuk menghasilkan uang, dan uang tersebut akan digunakan untuk
membeli bahan praktek dan alat-alat perlengkapan.
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Amdal, merupakan reaksi
terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yangsemakin
meningkat.Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunanyang
bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan
hidup.Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian
dari prosesAmdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga Amdal merupakan
bagian dari beberapahak berikut :
1. Pengelolaan lingkungan
2. Pemantauan proyek
3. Pengelolaan proyek
4. Pengambilan keputusan
5. Dokumen yang penting
4.2
Saran
Semoga AMDAL (Analisis
Mengenai DampakLingkungan)ini dapat dijadikan secaraoptimal dalam pengambilan
suatu keputusan.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar